Kata-kata aneh seorang calon presiden di-TV

Filed Under (opinion) by Coni on 31-07-2008

Menurut saya semua iklan yang ada di Tv ga jelas ini orang mau ngapain Indonesia. Ga da tekanan bahwa dengan kepemimpinan beliau Indonesia bakal lebih baik. Langkah konkret yg mau dilakuin apa bener2 ga jelas. Sering diputar-putar jadi semakin bosen ngliatnya. Malah begitu iklan itu muncul langsung saya ganti cenelnya. Maklum tv saya sekarang ada remotenya. Dulu belum :(. Sungguh2 merupakan pemborosan dan tidak efektif.

Saya ada beberapa ide iklan tv tentang calon presiden:

1. Dalam setiap iklan perlihatkan langkah konkret yg akan dijalankan jika menjadi presiden dan harus unik dan original. Misalnya mau membangun infrastruktur jalan, beasiswa bagi yg tidak mampu, pembangunan pembangkit listrik yg efisien, atau apa saja yg nantinya janji itu bisa ditagih ketika telah menjabat.

2. Wah kalau dijabarkan semua iklannya terlalu panjang nih. hehehe. Gimana kalau iklannya dibikin berseri gitu. Misal kita bikin 10 iklan yg setiap iklan memuat janji yg berbeda. Dengan begitu masyarakat ga jenuh ngliatnya dan panjang iklan dapat lebih pendek.

3. Kreatiflah dalam menggaet masa. Indonesia tidak terdiri dari orang tua saja, orang muda saja, atau orang miskin saja. Bikin Visi Misi yg dapat mengena kesemua kalangan. Tampilkan semua jenis kalangan dalam iklan yg berbeda. Misal untuk orang miskin iklan A, orang tua iklan B dan sebagainya. Dijabarkan permasalah dan bagaimana mengatasinya dengan langkah konkret tentunya.

4. Hati2 dengan kata2 anda. Itu adalah pedang bermata dua. Dapat membuat anda luar biasa sukses atau hancur.

Hanya itu yg dapat keluar dari pikiran saya. Maklum saya sarjana teknik informatika, bukan politik. Ga punya pengalaman lagi. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi sang calon2 presiden Indonesia.

Berkaitan dengan kata2, akhir-akhir ini saya sering terusik oleh kata2 sebuah iklan calon presiden. Sebut saja namanya Fariz. Saya ga mau menyebut langsung namanya. Ga enak. Beliau berkata kurang lebih (maklumlah daya ingat rendah) begini :

If there is a will, there is a way

terus diterjemahkan begini :

Jika ada kemauan, pasti ada jalan yg terbuka

Menurut kalian aneh ga sih kata2nya. Kok saya mengira ada yg ganjal ya. Apa emang saya aja yg begitu bodoh sehingga ga ngerti maksudnya. Kenapa pertama berbahasa inggris terus diteruskan dengan bahasa Indonesia. Terus tiba2 ada kata “terbuka” dan “pasti”.

Mari kita ketranslator inggris dan indonesia di-toggletext. Jika kita masukkan kata “If there is a will, there is a way” maka keluarnya “Jika ada kemauan, ada cara “.

Saya ga ngerti deh apa maksudnya. Jika ingin menerjemahkan dari bahasa inggris sudah pasti salah. Mending ga usah pake bahasa inggrisnya sudah cukup keren kok “Jika ada kemauan, pasti ada jalan yg terbuka”.

Apakah pasti ada jalan yg terbuka? Menurut saya ga mesti jalan itu selalu terbuka. Terkadang kita harus membuka jalan yg tertutup. Apakah pasti ada jalan? Semua jalan ada karena diadakan. Berawal dari keinginan yg gigih sehingga jalan itu tercipta dengan sendirinya.

Jika kata2 saya ada salah, bilang ya. Saya bukan manusia sempurna kok.

Pancasila

Filed Under (opinion) by Coni on 25-07-2008

Ayo sebagai seorang berkewarganegaraan Indonesia mari kita mengingat kembali Pancasila. Saya saja ga inget isinya apa aja. Mari kita mulai dengan Garuda Pancasila.

Garuda Pancasila

Garuda Pancasila

Info tentang Garuda Pancasila didapatkan dari sini. Makna lambang garuda ialah:

  • Burung Garuda melambangkan kekuatan
  • Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan
  • Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
  • Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
    1. Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
    2. Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
    3. Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia
    4. Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
    5. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  • Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
  • Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa
  • Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
    • Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
    • Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
    • Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
    • Jumlah bulu di leher berjumlah 45
  • Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda beda, tetapi tetap satu jua”.

Nah dari situ kan ada tuh isi dari Pancasila:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Lambang diatas juga ada lagunya lho :

Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

Ada sesuatu yang aneh dari sumber yg saya baca yaitu pada bagian rantai yang mewakili sila ke 2, salah satu gelang pada rantai awalnya berbentuk kotak. Apa ini benar? Coba tanya anak filsafat.

Bendera Indonesia warnanya merah putih. Merah berarti berani dan putih berarti suci. Tapi jangan diartikan perbuatan bom bunuh diri yang berani dan mengaku suci itu melafalkan bendera kita lho.

Sayangnya sampai sekarang Pancasila belum sepenuhnya diterapkan. Masih banyak problem yang mengganjal. Apa perlu kita rubah saja ya………

Stay tuned at yuniarko.net

Prosedur membuat KTP

Filed Under (birokrasi) by Coni on 22-07-2008

Ini berdasarkan pengalaman yg ada ditempat saya lho disuatu desa didaerah Bantul, Yogyakarta.

Syarat yg dibutuhkan hanya Kartu Keluarga. Isinya data anggota keluarga. Prosesnya sebagai berikut:

1. Datang ke kantor kelurahan dengan membawa Kartu keluarga. Jangan datang terlalu sore atau kira-kira sesudah jam setengah dua. Terancam tidak ada orang disana (berdasarkan pengalaman pribadi).

2. Mengisi formulir yg diberikan. Isilah dengan hati yg jujur. Jangan tergesa-gesa. Tidak ada yg mengantri (ditempat ku lho).

3. Membayar uang registrasi sebesar IDR 5000.

4. Menunggu 4 hari (kata bapak petugasnya).

5. Ambil KTP di kantor kelurahan. Jangan lupa dicek kebenaran data dalam KTP (nasihat orang disana). Kartu keluarga juga sekalian diserahkan kok.

KTP yg saya terima berupa KTP biru kertas dan sudah dilaminating. Laminatingnya lebih rapi daripada laminating SIM di Polres.

Total biaya dalam pembuatan KTP IDR 5000 belum termasuk ongkos bensin pulang pergi yg berjarak sekitar 1 kilometer dari kantor kelurahan saya. Tidak ada yg lainnya.

Ok sekian dulu. Selamat mencoba.

Visit Yogyakarta / Jogja